RSS

PERTENGKARAN KHAS PENGANTIN BARU

02 Jun

KOMPAS.com — Banyak pasangan yang merasa “dihempaskan” kembali ke dunia nyata setelah bulan madu berlalu. Dunia yang tidak seindah yang Anda bayangkan saat memasuki gerbang perkawinan. Suami tak mau mendengarkan keluhan Anda. Anda merasa tidak bebas jalan-jalan ke mal lagi sepulang dari kantor. Ibu mertua Anda selalu ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga.

Wah, ini hal-hal klise yang selalu dibicarakan orang. Ternyata Anda pun harus mengalaminya. Anda bahkan tak menyangka bahwa ada tanggung jawab lainnya yang terasa membatasi ruang gerak Anda.

Bila ini terjadi, ambillah napas dalam-dalam dan anggaplah bahwa Anda sedang memasuki sebuah sekolah baru. Sadarilah bahwa pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipelajari. Anda butuh waktu, latihan, kerja keras, dan sedikit nasihat dari sana-sini untuk menguasainya. Dan bila Anda berharap beberapa hal klise di atas tidak akan berkembang menjadi masalah baru, segera siapkan mental Anda. Inilah beberapa pertengkaran yang mungkin terjadi pada pasangan pengantin baru, dan bagaimana mengatasinya bersama.

“Kamu enggak pernah cuci kaki saat naik ke tempat tidur!”
Bertengkar adalah cara yang sehat untuk mengekspresikan diri Anda, khususnya bila hal tersebut menyangkut sesuatu yang mengganggu Anda. Namun, penting untuk diketahui apa yang Anda pertengkarkan. Perdebatan konyol yang menyebabkan kekesalan seperti kebiasaan kecil masing-masing pasangan, tak perlu dipelihara. Sebaiknya Anda tidak menyebutkan setiap hal kecil yang mengganggu pikiran Anda. Putuskan, topik apa yang cukup penting untuk dibicarakan sebelum Anda membawanya ke meja dialog Anda. Namun, bila urusan mencuci kaki atau mematikan lampu merupakan hal penting bagi Anda, Anda pun harus siap mendengarkan apa keluhan Si Dia tentang kebiasaan Anda.

“Ssst… Aku lagi nonton TV!”
Salah satu problem terbesar yang dihadapi pengantin baru adalah kurangnya komunikasi. Kadang-kadang Anda merasa sulit menyampaikan pada pasangan apa yang mengganggu Anda, dan menakutkan rasanya bertanya, “Apa yang salah?” Namun, mengabaikan masalah juga tak akan membuatnya lenyap. Sebelum membicarakannya, kenali apa yang sebenarnya mengganggu Anda. Setelah itu, jika Anda berpikir bahwa masalah itu 100 persennya merupakan kesalahan suami, maka kemungkinan Anda belum jujur 100 persen dengan diri Anda. Kebanyakan problem disebabkan oleh kedua belah pihak, dan harus diatasi juga oleh Anda dan pasangan.

“Itu bukan cara yang biasa aku lakukan.”
Saat masih pacaran, Anda mungkin melihat pasangan Anda begitu sempurna—seseorang yang harus diubah atau ditaklukkan. Begitu Anda menikah, penting untuk mengingat bahwa meskipun Anda merupakan satu tim, Anda dan pasangan juga merupakan individu yang membawa sifat dan kebiasaan masing-masing. Tujuan Anda menikahinya seharusnya bukan untuk mengubahnya menjadi lebih baik (menurut versi Anda), namun untuk menjadikan diri masing-masing lebih baik. Hal itu bisa dimulai dengan menghargai opini satu sama lain.

“Ke mana saja kamu tadi malam?”
Anda boleh saja tinggal bersama, tidur seranjang, bahkan memakai nama suami. Namun Anda tetap perlu memberi ruang bagi diri masing-masing. Setelah menikah, perilaku yang sudah mengakar pada diri Anda dan Si Dia tak bisa begitu saja dihentikan, dan mencoba menyita kebebasan Anda maupun suami adalah hal yang tidak masuk akal. Jika salah satu dari Anda ingin jalan-jalan dengan teman pada Jumat malam, mintalah izin sehari sebelumnya meskipun tahu suami pasti akan mengizinkan. Dan, pulanglah pada jam yang sudah Anda janjikan. Kurangnya komunikasi dan kepercayaanlah yang biasanya menimbulkan rasa tidak aman, kecemburuan, atau rasa bersalah sepanjang waktu.

“Yang itu lebih baik disingkirkan saja.”
Hidup serumah dengan orang lain akan membutuhkan penyesuaian diri, tak peduli betapa dekatnya hubungan Anda dengan suami sebelum menikah. Bagaimana pun juga, Anda pasti memiliki konsep dan ide yang berbeda mengenai berbagai hal, dari penataan rumah hingga masalah kebersihan. Anda suka membeli pernak-pernik lucu dan memajangnya di segala penjuru rumah, sedangkan suami gerah melihat barang-barang “imut” tersebut dan ingin menggantinya dengan koleksi otomotifnya. Perbedaan keinginan tersebut mengindikasikan sesuatu: identitas Anda. Tak seorang pun dari Anda berdua ingin kehilangan identitas. Jadi, daripada membuang benda masing-masing, pikirkan bagaimana agar Anda berdua tetap merasa at home. Boleh percaya boleh tidak, simbol-simbol dari masa lalu akan menjadi kurang penting bagi Anda seiring berjalannya waktu.

“Tagihan kartu kreditmu kok melonjak lagi?”
Dulu Anda biasa berbelanja apa pun yang Anda inginkan, kapan pun Anda mau. Sekarang kemewahan tersebut tidak lagi Anda peroleh. Apa yang dianggap penting bagi Anda, mungkin dinilai pemborosan oleh suami. Itulah sebabnya mengapa Anda harus mendiskusikan dulu bagaimana membelanjakan sisa gaji setelah memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sisihkan sebagian untuk pendidikan, kesehatan, dan bahkan untuk liburan. Setelah itu, bila masih ada sisa, Anda baru bisa mengalokasikannya untuk kesenangan pribadi.

“Tuh, ibumu nelepon lagi.”
Barangkali bukan cuma ibu mertua yang ingin terlibat dalam rumah tangga Anda, tetapi juga ibu Anda sendiri. Hal ini juga akan membawa masalah, karena hubungan Anda dengan orangtua Anda sendiri mungkin juga kurang harmonis. Ingatlah bahwa ketika Anda menikahi pasangan Anda, Anda juga menikah dengan seluruh keluarganya. Terimalah tanggung jawab dan kewajiban tersebut, dan jangan menentangnya. Kuncinya adalah saling membicarakan apa yang Anda harapkan dari mertua atau ipar Anda, dan sampaikan apa yang dapat Anda toleransikan. Setelah itu, tingkatkan kadar toleransi Anda hingga 10 persen. Begitu batasan-batasan tersebut ditentukan, Anda akan dapat menjalani rumah tangga ini tanpa mulai berargumen begitu “gangguan” tersebut muncul.

Sumber: The Knot

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Juni 2013 in STUDI USRAH

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
MISTERI AL-HADITS DAN AL-QUR'AN

pelajari, catat dan laksanakan yang benar

PTC KLIK AJA DEH DOT COM

pelajari, catat dan laksanakan yang benar

kesbitera

A fine WordPress.com site

Lukis Blog

to write my story

mahatmaazmi's Blog

laporan 1 dan 2

KecretRaKatokan & Motor Roda-Tiga

Tentang Opini dan Imajinasi dari Biker Penyandang Cacat yang ingin cerita tentang Motor dan nglayap dengan motor aneh beroda-tiga....

Irsan Syarifuddin's Blog

dunia farmasi, jalan-jalan & kerja

Blog Saya

A topnotch WordPress.com site

Jendela Pendidikan

mendidik dengan kasih sayang

Beradadisini

Be. Here. Now.

Blog Urip Guru Kimia

Berbagi informasi tentang pengajaran kimia, pendidikan, opini, dan TIK

Status Kang Yudhie

Bukan Status Biasa ßƦOº°˚˚°º☺ºº°˚˚°◦.¸¸.

Mufdil's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Ilham saputra

محاولة الكتابة و التبادل Trying to write and share

tokoempatsaudara

pelajari, catat dan laksanakan yang benar

seven word rainbow

Ketika Sebuat Coding Menjadi Harapan Untuk Hidup

Agasi GP Blog

Blog Pribadi

KPLI Nusa Tenggara Barat

Blog Kelompok Pengguna Linux Indonesia Wilayah NTB

bangSAT was here...!

[satrio dan dunianya]

Tiyo imagoDEI

Photo Design Print

.:Kartikoedhi's Blog:.

Berbagi Pengalaman dan Pelajaran

Toko PALUGADA

Apa lu Mau, Gua ada!

My World

Pernak-pernik Kehidupan

Novi Gustavia Farmana

Man Jadda Wa Jada

Ohblog!

Ohna2s ngeblog di Wordpress

My Blog | My Experience

My Blog Is My Experience | My Experience Is The Best Teacher

jodiyana

blog official jodi yana

Sekedar Tulisan

Semoga Bermanfaat!

LPI Mambaul Ulum Sumber Lompang

Menjaga Tradisi Lama yang Baik, Mengadopsi Tradisi Modern yang Lebih Baik

Pandalon

Learning by doing

Keep it simple

Try and Error

s4blonk4os

Jasa Pembuatan Sablon Kaos & Website

Legal Banking

Learning about Indonesian Legal Banking

studi komparatif, komperhenship, kreatif, outodidak

pelajari, catat dan laksanakan yang benar

inijalanku.wordpress.com

Baik Kawan Menunjuk Jalan

Kumpartas

- KUMPulan ARTikel copAS -

SANDALNYA si SANGKURIANG

Sandal Murah Kualitas TOP

amoyraven

La Tahzan Innallaha Ma'ana

dinicreation

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

realizimamsyafii029

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

ukmifabiopeduli

We Cares With Academic The United Of Islamic Student Actifity The Center Of DATA UKHUWAH : Dakwah, Tarbiyah, Ukhuwah dan Ibadah.

Muhammad Tanthowi

ilmu tidak akan berkurang saat kita sampaikan

Rois

Menapaki hidup yang dinamis dengan langkah optimis

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Qcuters's Blog

Just another WordPress.com weblog

catatanimansupriyono

Just another WordPress.com site