RSS

CABE JANGAN JADIKAN BIANG KEROK

06 Apr

Gemar melahap keripik super pedas atau makanan pedas lain? Perhatikan rambu-rambu berikut ini supaya kesehatan lambung tetap terjaga.

Makan tanpa sedikit rasa pedas dari cabai memang terasa kurang nikmat. Gairah makan memang lebih meningkat berkat rasa pedas. Tapi, benarkah rasa pedas dari cabai tidak baik bagi kesehatan?

Menurut dr. Hendarto Natadidjaja dari RS Royal Taruma , Jakarta, organ lambung setiap orang (individu) tidaklah sama, baik kapasitas maupun daya tahannya. Pengaruh lingkungan, kebiasaan, dan kebudayaan juga memengaruhi kemampuan lambung menerima rangsang.

Di daerah Sumatera Barat, misalnya, menyantap makanan pedas sudah menjadi kebiasaan. Kalau tidak ada cabainya, malah tidak bisa makan dan serasa ada yang hilang.

“Tapi, coba tawarkan masakan Padang yang pedas itu kepada orang Eropa, yang biasanya makan minum susu dan mentega, pasti mereka akan langsung mulas dan buang air besar. Ini karena lambung orang Eropa tidak terbiasa menerima makanan pedas,” lanjutnya.

Penyebab penyakit lambung sebenarnya multifaktor. Artinya, makan pedas hanyalah salah satu kemungkinan penyebab sakit lambung. Biasanya, pada saat sehat, makan pedas berakibat buang air besar (diare) atau sakit perut (mulas). Tapi, jika ada faktor-faktor lain, semisal stres, peminum kopi, makan tidak teratur, kurang tidur, bisa jadi makan cabai berakibat sakit lambung, maag  misalnya.

“Enggak bisa kita simpulkan cabai yang menjadi penyebab. Jadi, kalau sudah punya penyakit di lambung, makan cabai bisa memperberat. Penderita sakit maag  sebaiknya jangan makan cabai atau minum kopi,” tutur Hendarto.

Asam Lambung

Fungsi rasa pedas sebetulnya lebih sebagai penambah rasa. Bagi sebagian orang, menikmati makanan tanpa cabai atau sambal rasanya kurang enak. Apalagi bagi mereka yang memang doyan cabai, nafsu makannya bisa jadi berlipat.

Cabai juga mengandung banyak zat yang berguna bagi tubuh, seperti zat capsaicin  yang memiliki kegunaan mengurangi rasa sakit (antisakit) akibat nyeri. “Ada kan, salep untuk nyeri tulang yang mengandung capsaicin . Nyeri menjadi reda kalau digosok dengan balsem yang mengandung capsaicin . Cabai juga mengandung vitamin C dan serat,” lanjut Hendarto.

Pencernaan memiliki kemampuan menangkap rangsangan dari makanan yang masuk. Rangsangan itu kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai rasa pedas, manis, asam, dan sebagainya. Rasa pedas juga akan merangsang asam lambung. Pada orang yang sudah punya penyakit di lambung, misal lambungnya luka, sebaiknya menghindari makanan pedas karena akan menambah berat sakitnya.

Tapi, pada orang yang sehat, makan pedas boleh-boleh saja. “Paling kalau tidak kuat jadi sering buang air besar, atau kadang-kadang saja buang air besar, atau malah tidak berakibat sering buang air besar. Ini sangat individual, tergantung banyak hal,” kata Hendarto.

Tergantung Kondisi

Lantas bagaimana jika seseorang makan cabai utuh, tanpa tambahan, atau dicampurkan ke dalam masakan? “Cabainya dimasak sebagai apa? Satu cabai yang ditelan begitu saja tentu berbeda efeknya dibandingkan satu cabai yang dimasak atau dicampur makanan lain. Cabai di dalam makanan akan membuat penyerapan berbeda karena proses perangsangan akan dinetralisasi,” tambahnya.

Makanan berupa­ ke­ripik super pedas­ yang memiliki ting­kat kepedasan tertentu, sebetulnya juga sudah mengurangi rangsangan rasa pedas daripada cabai yang langsung dimakan begitu saja. Tetapi, tingkat kepedasan ini tetap berbeda bagi tiap individu. Bisa saja ada orang yang menganggap keripik level A sudah sangat pedas. Tapi, ada orang lain yang menganggap level B tidak terasa pedas padahal dibuat lebih pedas oleh Sang Produsen.

Pengaruh atau dampak rasa pedas juga tergantung kondisi orang pada saat itu. Kadang-kadang, ada orang yang suka makan pedas dan tidak berakibat apa pun pada lambungnya. Tapi, pada waktu sedang stres atau kondisi tubuhnya tidak fit, ia buang-buang air besar ketika makan cabai dalam jumlah yang sama. Bahkan, ada orang yang sampai pingsan. Tapi, Hendarto menegaskan, penyebab pingsan bukan karena cabai, melainkan karena dehidrasi.

“Ini normal-normal saja. Bisa saja orang tidak hanya makan cabai tapi juga minum alkohol atau kopi yang merangsang lambung. Nah, kalau ditambah cabai, akibatnya tentu beda,” papar Hendarto.

Sama halnya dengan minum kopi. Ada orang yang baru minum setengah gelas saja perutnya sudah kembung, sementara ada yang minum tiga gelas kopi tidak apa-apa. Jadi, tidak bisa disamaratakan, harus dilihat juga kebiasaan dan kondisi seseorang.

Tidak Berlebihan

Hal yang perlu diwaspadai adalah jika seseorang tidak tahu bahwa dirinya sebetulnya punya penyakit lambung dan suka makanan pedas. “Makan pedas bisa menambah berat sakitnya. Dan, dia pikir sakitnya itu karena makan cabai, padahal sebetulnya sudah punya maag ,” ujar Hendarto.

Bagi penderita maag, bukan cuma cabai yang sebaiknya dihindari. Ia juga harus menghindari kopi, alkohol, jahe, dan makanan merangsang lain. Meskipun, lanjut Hendarto, ada juga penderita sakit maag  yang baik-baik saja jika makan cabai. Sekali lagi, ia menegaskan hal ini karena penyebab multifaktor tadi. Akan tetapi, secara umum, cabai memang mempunyai zat yang merangsang saluran cerna yang ditanggapi secara berbeda oleh masing-masing individu.

Kuncinya, menurut Hendarto, boleh saja makan cabai tapi tidak berlebihan. Pastikan juga bahwa Anda sehat, tidak punya penyakit lambung lain.

Apa pun, lanjut Hendarto, segala yang berlebihan pasti tidak baik dan bisa merusak. Dalam kondisi sehat, makan pedas memang tidak menimbulkan dampak yang berarti.

“Enggak masalah makan pedas, asal kuat dan masih dalam toleransi yang bersangkutan. Ini, kan, individual. Ada yang makan cabai satu saja sudah tidak kuat, tapi ada juga orang yang makan cabai 10 belum apa-apa. Sangat relatif,” ujar dokter ramah ini.

Nah, jika Anda sudah telanjur makan dan kepedasan, netralkan dengan mengonmsumsi garam. “Ini bisa memang mengurangi rasa pedas. Rasa pedasnya ditimpa zat lain yang juga mempunyai rasa yang kuat. Jadi, saraf perangsang akan didominasi oleh garam. Tapi, di ilmu kedokteran tidak ada cara untuk menetralisasi rasa pedas. Yang ada adalah obat penetralisasi asam lambung, bukan menetralisasi cabai,” katanya.

Pedas tapi Sehat

Jadi, bagaimana kita bisa tetap mengonsumsi makanan pedas tanpa takut sakit? Hendarto menyarankan, makanlah secukupnya, jangan berlebihan atau jangan kurang. Makan cabai boleh-boleh saja, kecuali dilarang oleh dokter karena diketahui ada penyakit di saluran cerna yang tidak boleh menerima makanan yang merangsang, atau bila sedang sakit buang-buang air besar. “Tapi, kalau dalam keadaan sehat, sih, enggak apa-apa asal secukupnya,” tuturnya.

SUMBER : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=274981:jangan-asal-makan-pedas&catid=28:kesehatan&Itemid=48

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 6 April 2013 in STUDI CABE RAWIT, STUDI MAKANAN

 

Tag: , , , , ,

One response to “CABE JANGAN JADIKAN BIANG KEROK

  1. agungsaputro23

    4 Oktober 2014 at 19.35

    wah mantap nih artikel, jadi tau penyebab rasa pedas pada cabai, nah saya punya artikel nih tentang cara cepat menghilangkan rasa pedas http://jendelasehatq.blogspot.com/2014/08/cara-cepat-menghilangkan-rasa-pedas.html yang mungkin bisa menambah wawasan kita, thanks🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
MISTERI AL-HADITS DAN AL-QUR'AN

pelajari, catat dan laksanakan yang benar

PTC KLIK AJA DEH DOT COM

pelajari, catat dan laksanakan yang benar

kesbitera

A fine WordPress.com site

Lukis Blog

to write my story

mahatmaazmi's Blog

laporan 1 dan 2

KecretRaKatokan & Motor Roda-Tiga

Tentang Opini dan Imajinasi dari Biker Penyandang Cacat yang ingin cerita tentang Motor dan nglayap dengan motor aneh beroda-tiga....

Irsan Syarifuddin's Blog

dunia farmasi, jalan-jalan & kerja

Blog Saya

A topnotch WordPress.com site

Jendela Pendidikan

mendidik dengan kasih sayang

Beradadisini

Be. Here. Now.

Blog Urip Guru Kimia

Berbagi informasi tentang pengajaran kimia, pendidikan, opini, dan TIK

Status Kang Yudhie

Bukan Status Biasa ßƦOº°˚˚°º☺ºº°˚˚°◦.¸¸.

Mufdil's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Ilham saputra

محاولة الكتابة و التبادل Trying to write and share

tokoempatsaudara

pelajari, catat dan laksanakan yang benar

seven word rainbow

Ketika Sebuat Coding Menjadi Harapan Untuk Hidup

Agasi GP Blog

Blog Pribadi

KPLI Nusa Tenggara Barat

Blog Kelompok Pengguna Linux Indonesia Wilayah NTB

bangSAT was here...!

[satrio dan dunianya]

Tiyo imagoDEI

Photo Design Print

.:Kartikoedhi's Blog:.

Berbagi Pengalaman dan Pelajaran

Toko PALUGADA

Apa lu Mau, Gua ada!

My World

Pernak-pernik Kehidupan

Novi Gustavia Farmana

Man Jadda Wa Jada

Ohblog!

Ohna2s ngeblog di Wordpress

My Blog | My Experience

My Blog Is My Experience | My Experience Is The Best Teacher

jodiyana

blog official jodi yana

Sekedar Tulisan

Semoga Bermanfaat!

LPI Mambaul Ulum Sumber Lompang

Menjaga Tradisi Lama yang Baik, Mengadopsi Tradisi Modern yang Lebih Baik

Pandalon

Learning by doing

Keep it simple

Try and Error

s4blonk4os

Jasa Pembuatan Sablon Kaos & Website

Legal Banking

Learning about Indonesian Legal Banking

studi komparatif, komperhenship, kreatif, outodidak

pelajari, catat dan laksanakan yang benar

inijalanku.wordpress.com

Baik Kawan Menunjuk Jalan

Kumpartas

- KUMPulan ARTikel copAS -

SANDALNYA si SANGKURIANG

Sandal Murah Kualitas TOP

amoyraven

La Tahzan Innallaha Ma'ana

dinicreation

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

realizimamsyafii029

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

ukmifabiopeduli

We Cares With Academic The United Of Islamic Student Actifity The Center Of DATA UKHUWAH : Dakwah, Tarbiyah, Ukhuwah dan Ibadah.

Muhammad Tanthowi

ilmu tidak akan berkurang saat kita sampaikan

Rois

Menapaki hidup yang dinamis dengan langkah optimis

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Qcuters's Blog

Just another WordPress.com weblog

catatanimansupriyono

Just another WordPress.com site